Cara Menganalisis Peluang Usaha

05
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terdapat berbagai metode yang dipakai untuk menganalisis peluang usaha, berikut ini dua di antaranya yang paling sederhana.

Menganalisis peluang usaha sangat penting untuk dilakukan sebelum kamu memulai usaha, sebagai antisipasi terjadinya kerugian atau bahkan kebangkrutan. Yuk, simak bagaimana cara menganalisis peluang usaha berikut ini.

  • Metode SWOT

Metode SWOT (atau kependekan dari strength, weakness, opportunity,and threat) sangat populer dipakai dalam penyusunan strategi. Kita bisa menggunakannya juga untuk menganalisis peluang usaha secara sederhana.

Strength 

Langkah pertama adalah mencatat semua kekuatan yang menunjang usaha yang akan kamu jalankan. Misalnya kamu ingin membuka jasa penulisan artikel karena kamu memiliki keterampilan menulis yang baik, kemampuan menulismu sudah teruji, modal yang dibutuhkan sangat minim, kamu punya banyak kenalan yang membutuhkan jasa penulisan artikel.   

Weakness

Langkah berikutnya merunut semua kelemahan-kelemahan yang berpotensi menjadi rintangan bagi usaha yang hendak kamu rintis. Kamu harus tahu di mana titik kekuranganmu agar bisa meminimalkan risiko.

Opportunity

Tuliskan pula peluang-peluang yang mendukung keberhasilan usahamu.

Threat

Potensi ancaman bisa datang dari mana saja, tidak melulu dari kompetitor atau pesaing yang telah lebih dulu terjun ke bidang usaha yang sama. Misalnya ancaman karena kelangkaan bahan baku, faktor alam yang terjadi di luar prediksi, tren yang tiba-tiba berubah, selera konsumen, dan lain sebagainya. 

Setelah mendapatkan catatan lengkap dari semua poin tadi, kamu tinggal menganalisis satu persatu kemudian mengevaluasinya.  

  • Menganalisis Peluang Usaha  dengan Berbagai Aspek Pertimbangan

Setidaknya ada empat aspek yang dipertimbangkan dalam menganalisis peluang usaha, yaitu: modal, kondisi pasar, lokasi usaha, dan segmentasi konsumen.

Modal

Sebagian besar usaha membutuhkan modal, saatnya mengalkulasi dana yang kamu miliki. Sebaiknya sebagai pemula, tahan keinginan untuk langsung terjun ke bidang usaha yang memerlukan modal besar. Mulailah menganalisis peluang usaha yang bisa dijalankan dengan modal minim.

Kondisi Pasar

Di awal, kamu akan dihadapkan pada kondisi pasar. Mengenai produk yang tengah laku dan lesu di pasaran, situasi persaingan antar kompetitor, daya beli beli masyarakat, dan masih banyak lagi. 

Dalam menganalisis peluang usaha, kamu harus mengumpulkan setidaknya data kondisi pasar di 2-3 tahun terakhir dan tentu saja data-data terkini. 

Lokasi Usaha

Lokasi usaha merupakan aspek yang tidak bisa diabaikan saat menganalisis peluang usaha. Seberapa besar peluang keberhasilan usahamu turut dipengaruhi ketepatanmu  menentukan lokasi usaha. Ini berlaku bagi usaha yang beroperasi secara konvensional maupun online

Dengan kemajuan teknologi internet, sebenarnya masalah lokasi usaha bisa disiasati dengan membuka toko online. Hanya saja kamu tetap harus mendapatkan lokasi yang jalur pengiriman barangnya memudahkan calon konsumen. 

Intinya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal pastikan bisnismu menjangkau calon konsumen secara luas, dan produkmu terpasang dengan rapi dan profesional. Caranya adalah buat toko onlinemu di https://bislin.com. Cukup dengan email, langsung jadi dalam hitungan menit. Gratis!  

Segmentasi Konsumen

Aspek selanjutnya yang menjadi objek pertimbangan dalam menganalisis peluang usaha adalah segmentasi konsumen. Mesti jelas kalangan mana yang kamu tuju, kelas menengah atas atau kelas menengah bawah. Kamu hendaknya benar-benar menyelami siapa yang menjadi sasaran atau target pasar usahamu. 

Jika sudah mendapat gambaran terkait bentuk produk, layanan, atau apa saja yang potensial ditawarkan ke calon konsumen, selanjutnya akan jauh lebih mudah merancang strategi untuk menjaring konsumen, hingga mampu mengungguli para pesaing. Itulah dua cara menganalisis peluang usaha. Cara kedua memang relatif lebih rumit dari cara pertama. Tapi dua-duanya dapat membantumu memproyeksikan kelayakan usaha yang akan dijalankan dan seperti apa prospek ke depannya. 

Artikel Lain